« November 2007 | Main | January 2008 »

Thursday, 27 December 2007

2008..i'm coming!!!

gag terasa udh mw abis taun 2007 ini..

hmmm..klo ngereview satu tahun kebelakang ini kayaknya tahun ini emang tahun yang terparah sepanjang kehidupan gw..

mulai dari awal tahun 2007..

hwahahahahaha..klo inget itu gw gak tw harus berbuat apa..

pengen nangis tapi rasanya gag sedih-sedih amat..

pengen ketawa tapi itu juga bukan kebahagiaan sepenuhnya

pengen senyum kok kayaknya berat banget..

lantas itu cuma bisa jadi cerminan hidup..

belum lagi saat gw harus menyelesaikan masa sma gw,,

itu smw gw lewatin bukan tanpa halangan dan kendala..

dr masalah finansial sampai masalah otak dan keberuntungan..

semua harus gw jalanin..

sampai gw terjebak dalam pilihan-pilihan yang sulit

dan yang terparah adalah saat gw harus melakukan itu semua sendiri dan merasa sangat jauh dari Tuhan.

itu saat-saat gw berada dalam titik nol

melakukan hal-hal yang gw sukai tanpa memandang akibat yang bakal gw hadapi, melakukan banyak hal yang gw tw itu salah bahkan gw sangad menyadarinya tapi tetap gw lakukan dengan satu alasan. stres!

tak terhitung sudah berapa kali gw stres di tahun ini.

ini adalah tahun terberat yang pernah gw alami.

tapi ini juga tahun mukzizat.

gw sadar banyak banget kelalaian gw tapi gw masih diberikan semua kebaikan dan anugerah dari-Nya

dan bukan sesuatu hal yang mudah bahkan buat gw ini adalah sesuatu yang mustahil tapi semua itu terjadi dan nyata dalam hidup gw.

meskipun beban-beban itu masih tetap ada

meskipun semua itu masih harus gw lewati di tahun depan

semoga aja tahun 2008 aku bisa menjadi lebih baik lagi..

Tuhan tolong aku!

                            

Wednesday, 12 December 2007

sebuah prosa bebas lepas

tiba-tiba aku bersedih hati

tiba-tiba aku bahagia

sesaat menangis lantas tertawa

semenit cemberut lalu tersenyum lagi

sewaktu merenung lalu berpikir bahwa semua ini baik-baik saja tapi kembali aku murung

mungkin tingkahku bisa hapuskan segala rasa yang ada dalam jiwa ini.

kadang tertawa terlihat gembira

tapi siapa yang tahu dalam hati ini teriris terasa sakit bahkan mati rasa..

kemarin, ketika tiba-tiba pikiranku melayang ke masa lalu. ku teringat tentang suatu hal yang seharusnya selalu aku ingat sebagai sebuah tanda atau sebuah warning agar aku tetap dalam batas yang harus aku buat sendiri.

setelah aku ingat, aku tiba-tiba kehilangan semua rasa. tidak adil memang. tak adil bagiku dan mungkin bagi "dia" tapi itulah, itulah yang aku rasa. aku harus dan terus harus bisa berpegang dalam prinsip yang pada akhirnya aku buat sendiri setelah mengingat hal itu. aku tak bermaksud mengirimkan dendam pada sang manusia yang telah mengatakan sesuatu hal padaku yang kata-katanya itu aku ingat kemarin. sungguh bukan. tapi lebih pada untuk mem-protect diriku sendiri yang kini bagai diinjak-injak, tak dihargai bahkan mungkin tak dianggapnya.

kini seharusnya aku mulai membatasi diri dengan menutup semua pintu dalam hati, aku merasa menyesak tapi ini sebuah dilemma yang harus aku pilih. yang harus aku jalani. dan aku telah memilih untuk menjalaninya.

kecewa itu memang ada, tapi apakah aku harus terus menelannya begitu saja? tentu tidak. aku ingin merubah semua ini. aku tak ingin terus dirundung rasa kecewa atau bahkan duka dan luka aku hanya ingin cinta.

dengan segenap yang ada dalam diri ini, aku menangis dan tertawa. aku melihat begitu banyak kenangan yang akan terus terkenang. begitu banyak masalah yang tak kunjung selesai.

sungguh mungkin aku tak pernah kan ulangi lagi. karena aku telah kehilangan semua rasa itu, telah kehilangan semua hasrat itu, telah kehilangan segenap semangat yang tlah hilang tenggelam dalam ruang dan waktu kebodohan.

meskipun aku cinta kamu

Tuesday, 11 December 2007

ngantuk

ngantuk,,

hari ini gw ngantuk bgt..

setelah kemarin smaleman nyariin buku akuntansi stengah mampus..

dan ternyata..ada org iseng yang nyumputin buku berharga gw itu rese!!

dan gw berusaha ngerjain pr akuntansi gw yg segambreng..

tp trnyata rasa kantuk udah keburu menyerang dan gw kalah..

gw tidur

tapi gw gag puas pas bangun pagi gw malah makin ngantuk..

smp akhirnya yg harusnya gw bangun jam setengah 5 malah jadi jam 5 gw kesiangan..

akibatnya gw gag dpt tempat duduk di busway..mana bawaan gw lagi berat-beratnya,,

sampai kampus tangan gw langsung sekarat..

pegel abis..

pas pelajaran akuntansi gw malah jadi tidur..

asli ngantuk bgt..

skr aja gw nulis blog sambil nguap-nguap..

gag kebayang deh nanti sosiologi bakal mimpi kayaknya gw..

huaaaaaa ngantuk bgt dah gw!!!

Sunday, 09 December 2007

harapan yang tertuai

Ada

beberapa hal yang pengen banget aku critakan.

Pertama tentang SPMB. Aku SPMB di Makassar karena emang aku kepengen banget kuliah di

sana

. Berbeda dengan teman-temanku dan kebanyakan orang yang kepengen kuliah di tanah Jawa (khususnya

Jakarta

) aku malah lebih kepengen kuliah di

Makassar

, spesifiknya Universitas Hasanuddin (UnHas). Jujur aku bosan banget sama pulau Jawa khususnya Jabodetabek. Apalagi Jakarta yang macet luar biasa dimana-mana meskipun udah ada Busway, yang katanya adalah salah satu solusi permasalahan kemacetan di

Jakarta

, beda banget sama

Makassar

yang gak pernah mengenal traffic jam dan angkutan disana relative murah tarifnya, biaya hidupnya juga. Bukannya membangga-banggakan Makassar tapi menurutku suasana di sana masih lumayan enak dibandingkan Jakarta meskipun ada sebuah resiko, yaitu masalah komunikasi dan budaya. Entah kenapa aku agak sedikit sulit berkomunikasi dengan sebagian besar orang di sana dan ternyata budaya yang sangat jauh berbeda acap kali menyebabkan miss communication saat aku harus berinteraksi dengan mereka. Tapi justru disitulah tantangannya dimana aku harus bisa beradaptasi dengan semua hal itu pilihannya Cuma dua terpengaruh atau mempengaruhi. Namun, sayangnya Tuhan berkehendak lain. Di hari kedua SPMB, saat ke-optimis-an itu dating, dating pula secuil kebodohan dan kecerobohan. Soal ketiga dari belakang, soal IPA terpadu no. 72 kalau tidak salah. Ya soal itu adalah soal yang keramat buatku, bukan soalnya yang berkesan buatku tapi LJK-nya. Gimana tidak, pada nomor itulah LJK ku bolong !@#$%^&*?/=\-+|_’;”:<>.,. Sungguh ketololan yang amat sangat. TOLOL! Padahal waktunya tinggal 15 menit lagi dan aku hanya berdiam menyaksikan kertas yang amat sangat berharga dan menentukan nasib masa depanku kelak ternoda dengan sebuah bolong yang sangat tak diharapkan. Bodohnya aku malah berdoa berharap sebuah keajaiban, sebuah mukzizat supaya aku bisa lulus SPMB, yang sudah dapat dipastikan pada saat itu (secara logis) nggak akan mungkin lulus. Tanpa bolong itu aja aku belum tentu lulus (meskipun optimis banget) apalagi dengan bolong itu. Merupakan sebuah mukzizat yang luar biasa kalau aku bisa lulus. LUAR BIASA. Tak usah ditanya bagaimana resultnya, yang pasti pulang SPMB hari kedua badan aku lemas lepas bebas. Tapi aku masih diam tak berani mengungkap apapun, masih sangat berharap pada sebuah harapan kosong, harapan yang jelas nggak ada. KOSONG. Yang terbayang adalah wajah Bunda yang penuh harapan padaku. Wajah Ayah yang pasti selalu tersenyum apapun yang terjadi, senyum bahagia dan puas kalau aku berhasil atau senyum dan tawa cemooh apabila aku GATOT (Gagal Total). Dan yang paling menakutkan lagi adalah laporan pertanggung jawabanku terhadap mereka atas uang yang telah kuhabiskan selama di Makassar dan result SPMB sebagai balasan atas itu semua, meskipun sejujurnya mereka tak pernah mengatakan hal itu, tapi dengan penuh kesadaran aku mengerti apa mau mereka. Apalagi saat aku memutuskan melepas PMDK IPB. Jelas saat pengumuman dan Bunda tahu bahwa aku tidak lulus, Bunda sangat kecewa sekali. Sangat terlihat di raut wajahnya beliau kecewa bukannya hanya karena uang yang telah terbuang sia-sia tapi mau jadi apa aku kelak. Itu yang menjadi beban pikiran Bunda. Meskipun aku berusaha menghibur diri dengan mengikuti USM STAN, yang lebih kecil kesempatannya apalagi STAN sangat mengenal GENDER dan itu adalah sebuah kendala untuk wanita seperti aku. Yang menjadi Bunda kecewa adalah karena aku sudah melepaskan PMDK IPB sedangkan aku tidak menunjukkan rasa tanggung jawab atas keputusanku itu. Sebenarnya Bunda kurang setuju saat aku memutuskan untuk melepas PMDK IPB karena menurut Bunda gak ada salahnya aku untuk mencoba kuliah di

sana

ya setidaknya untuk peganganlah kalau-kalau tidak lulus SPMB, itu menurut Bunda. Tapi buatku akan terasa semakin sia-sia kalau aku harus memaksakan diri masuk di fakultas yang samasekali tidak aku minati. Jadi ku putuskan tidak aku ambil meskipun tak mudah mengambil keputusan itu karena dampaknya sangat luas, khusunya buat almamaterku. Tapi maaf seribu maaf dengan segala keegoisan ini, aku memilih untuk meninggalkannya. Pada awalnya ketidak lulusanku di SPMB ku anggap sebagai karma karena telah melepas IPB begitu saja atau mencampakkannya. Duh maaf banget ya! Tapi jujur gak pernah ada niat itu, kalau saja aku diterima dengan baik di Agribisnis. Toh tak ada masalah dengan nilaiku, yang menjadi masalah hanya karena Agribisnis ku taruh dipilihan kedua. Entah aturan darimana aku tak pernah menemukan aturan itu didalam lembar formulir ataupun lembar petunjuk pengisian formulir bahkan dalam sosialisasi yang dilakukan oleh pihak IPB pun tak ada pernah tertulis maupun terlisan aturan itu. Sungguh aku kecewa. Tapi sudahlah Tuhan telah memberikan tempat yang terbaik buatku. Setelah sekian lama berjuang, dan telah sedikit berputus asa. Putus asa? Ya aku sempat putus asa. Tak terpikir rencana apalagi yang harus aku lakukan untuk mengisi kekosonganku selama setahun kedepan. Sempat terlintas keinginan untuk bekerja, tapi bekerja dimana? Atau mendesak ayahku memasukkan ku pada sebuah PTS ternama di

Jakarta

tapi tetap pada minatku di Kedokteran, namun ayahku berisikukuh menegaskan bahwa kuotanya telah terpakai oleh

Om

ku dan seorang anak relasinya (sungguh aku tak rela saat itu) dan ayahku tak ingin mengusahakanku supaya aku bisa kuliah disana. Meskipun masih terbayang dalam ingatanku kala ku kecil tiap kali aku ikut bersama ayah ke PTS tersebut untuk melihat ayah mengajar (dahulu ayahku dosen), ayah selalu membangga-banggakan PTS tersebut dan berharap aku bisa kuliah disana, namun saat aku sudah punya keingin ayahku malah menolaknya mentah-mentah. Kecewa sangat hatiku. Namun dalam kekecewaan itu tiba-tiba aku teringat akan sebuah tawaran yang pernah dilontarkan oleh seorang teman ayahku. Beliau menawarkanku untuk kuliah ditempat dia bekerja, kebetulan Perguruan Tinggi tersebut sedang menawarkan beasiswa dan dia menganggap aku bisa untuk mengikuti tes tersebut. Jujur awalnya aku menolak karena jurusan yang ditawarkan adalah jurusan yang paling aku hindari, yaitu EKONOMI. Aku tidak mau mengikuti jejak Ayah menjadi Sarjana Ekonomi sebenarnya. Karena dari jaman SD aku tuh paling gak bisa pelajaran IPS sampai SMA. Aku masuk IPA bukan karena pinter tapi karena nilai IPS ku jeblok semua. Aku jadi inget sama guru sejarahku, aku selalu jadi langganan anggota Her tiap kali abis ulangan sampai-sampai aku harus ke rumahnya untuk meng-her nilai ulanganku yang gak pernah lebih dari 6,5, nilai SKBM yang cukup rendah yang telah ditentukan dengan sangat bijaksana oleh guru sejarahku tersebut, dan dia benar-benar mengenaliku bukan karena pinter tapi saking bodohnya aku dalam pelajar sejarah, yang menurutku gak penting untuk dipelajari (mohon maaf ini adalah pemikiran aku yang harus disalahkan karena ini adalah kebodohan. Hahahahaha). Akhirnya aku pun meminta ayahku untuk menanyakan tawaran temannya itu, dengan sedikit rasa malu karena harus menarik kata-kataku lagi, apakah masih ada atau tidak, karena tinggal itulah satu-satunya harapanku. Hingga pada suatu hari ayahku memberikan kabar baik, bahwa pandaftaran masih dibuka sampai hari Senin (ayah berkata di hari Jum’at, sedangkan Sabtu dan Minggu kantornya tutup). Senin pagi aku langsung pergi menuju kantor sekertariat kampus tersebut. Semua persyaratan administrasi (yang sebenernya aku gak tau syaratnya apa aja soalnya aku gak pernah liat brosurnnya atau pengumuman resminya) aku bawa. Mulai dari ijazah sampai akte kelahiran aku bawa. Aku pun lolos persyaratan administrasi dan diminta mengikuti tes di hari yang akan ditentukan kemudian. Jujur saja nyaliku semakin ciut saat melihat syarat resminya, yaitu harus punya TOEFL minimum 500, sedangkan tes TOEFL aja aku belum pernah. Dan aku sangat yakin TOEFL ku masih jauh dari 500. tapi akupun tak sebodoh itu, kucoba pelajari strateginya dengan melihat beberapa kelemahan. Saat mendaftar, aku sempat bertanya pada seorang mbak yang ada di front office tentang tes dan dia berkata, “Tesnya Cuma matematika, bahasa inggris dan psikotes. Tapi prioritasnya ada di matematika. Jadi kalau bisa nilai matematikanya harus tinggi.” Aku pun memperjelas pernyataan tersebut, “Bahasa Inggrisnya gimana?” “Kalau bahasa

kan

bisa karena biasa. Pokoknya matematikanya aja deh.” Ya penekanan memang pada matematika. Ya udah aku putuskan untuk mempelajari matematika saja dan pasrah dengan Bahasa Inggris, meskipun ada aturan tertulisnya bahwa TOEFL minimum adalah 500. Saat tes, dari 80 soal matematika yang ada, yang benar-benar kujawab dengan perhitungan Cuma 45 sisanya ngasal soalnya waktunya gak cukup, Bahasa Inggris ngasal abis, kalau Psikotes sih pasrah abis. Tapi anehnya aku lulus. Bahkan nilai matematika ku lumayan bagus diatas 80 katanya, cuma Bahasa Inggrisnya aja yang jelek, itulah penyebab aku mendapatkan beasiswa namun tak mendapatkan uang saku 1 juta/bulan. Tapi aku cukup bersyukur, akhirnya aku bisa sedikit membuktikan ke Bunda kalau pilihanku tidak salah, keputusanku ada hikmahnya. Thanks God! Thank You! Aku benar-benar bersyukur dan gembira sekali saat aku dinyatakan lulus dan mendapatkan beasiswa di Bakrie School of Management untuk Jurusan Akuntansi meskipun semua itu juga merupakan beban. Beban yang ada sekarang adalah bagaimana mempertahankan itu semua dengan IPK minimum 3,00. Tolong doakan ya supaya aku tetap bisa mempertahankannya atau lulus SPMB 2008! Ya aku masih menyimpan sebuah harapan menjadi seorang dokter dari almamater jaket merah. JAKET MERAH milik UNHAS. Cuma itu keinginanku dan semoga dapat terwujud. Amin.

Monday, 03 December 2007

sebuah cinta

sebuah cinta ini ada hanya untukmu

kala kau tak menatap ku lagi

saat kau membuangku

bahkan waktu kau melupakanku

sebuah cinta ini tetap kan ada

mengisi ruang kosong di hatiku

mengingat setiap jejak langkah bersamamu

bahkan bayang-bayang hadirmu disisiku

mungkin kau tak pernah mengerti

atau kau tak pernah menyadari

bahwa cinta yang datang ini tulus dari hati

bukan perkara omong kosong

apalagi bualan yang membuat aku seringkali kehilangan akal sehat

karena aku benar-benar mencintaimu

dan kau harus tahu bahkan mengerti tentang rasa ini

meskipun aku tahu

semua ini hanya sebuah impian

tapi mungkinkah kebersamaan itu kan terwujud???

*saat aku cemburu

Sunday, 02 December 2007

happy

cuma mw bilang klo gw seneng..
akhirnya semuanya bisa clear..
thanks ya!!
yg udh pd mw bantuin gw dan dengerin keluh-kesah gw..