sebuah prosa bebas lepas
tiba-tiba aku bersedih hati
tiba-tiba aku bahagia
sesaat menangis lantas tertawa
semenit cemberut lalu tersenyum lagi
sewaktu merenung lalu berpikir bahwa semua ini baik-baik saja tapi kembali aku murung
mungkin tingkahku bisa hapuskan segala rasa yang ada dalam jiwa ini.
kadang tertawa terlihat gembira
tapi siapa yang tahu dalam hati ini teriris terasa sakit bahkan mati rasa..
kemarin, ketika tiba-tiba pikiranku melayang ke masa lalu. ku teringat tentang suatu hal yang seharusnya selalu aku ingat sebagai sebuah tanda atau sebuah warning agar aku tetap dalam batas yang harus aku buat sendiri.
setelah aku ingat, aku tiba-tiba kehilangan semua rasa. tidak adil memang. tak adil bagiku dan mungkin bagi "dia" tapi itulah, itulah yang aku rasa. aku harus dan terus harus bisa berpegang dalam prinsip yang pada akhirnya aku buat sendiri setelah mengingat hal itu. aku tak bermaksud mengirimkan dendam pada sang manusia yang telah mengatakan sesuatu hal padaku yang kata-katanya itu aku ingat kemarin. sungguh bukan. tapi lebih pada untuk mem-protect diriku sendiri yang kini bagai diinjak-injak, tak dihargai bahkan mungkin tak dianggapnya.
kini seharusnya aku mulai membatasi diri dengan menutup semua pintu dalam hati, aku merasa menyesak tapi ini sebuah dilemma yang harus aku pilih. yang harus aku jalani. dan aku telah memilih untuk menjalaninya.
kecewa itu memang ada, tapi apakah aku harus terus menelannya begitu saja? tentu tidak. aku ingin merubah semua ini. aku tak ingin terus dirundung rasa kecewa atau bahkan duka dan luka aku hanya ingin cinta.
dengan segenap yang ada dalam diri ini, aku menangis dan tertawa. aku melihat begitu banyak kenangan yang akan terus terkenang. begitu banyak masalah yang tak kunjung selesai.
sungguh mungkin aku tak pernah kan ulangi lagi. karena aku telah kehilangan semua rasa itu, telah kehilangan semua hasrat itu, telah kehilangan segenap semangat yang tlah hilang tenggelam dalam ruang dan waktu kebodohan.
meskipun aku cinta kamu

Comments